Hai teman-teman, apakah kamu tahu agama terbesar di Rusia? Mungkin kamu akan langsung berpikir bahwa mayoritas masyarakat Rusia adalah pemeluk agama Ortodoks dan Kristen, namun siapa sangka ternyata agama terbesar di Rusia bukanlah agama yang kamu duga sebelumnya. Penasaran dengan agama apa yang dimaksud? Yuk, kita simak bersama-sama dalam artikel ini!
Agama Terbesar di Rusia
Rusia dikenal sebagai negara multi-etnis dan multi-agama. Sebagian besar penduduknya mengikuti agama Kristen Ortodoks. Selain itu, ada juga agama-agama minoritas yang diikuti oleh sebagian kecil penduduk seperti agama Katolik Roma, Protestan, Muslim, dan Buddha.
Sejarah Agama di Rusia
Sejarah agama di Rusia dimulai pada abad ke-10 dengan kedatangan agama Kristen Ortodoks dari Konstantinopel. Pengaruh Gereja Ortodoks di Rusia meningkat seiring dengan penaklukan Mongol pada abad ke-13. Mongol menguasai Rusia selama lebih dari dua abad dan mengharuskan Rusia mengakui kekuasaan mereka yang merupakan penganut Islam.
Agama Kristen Ortodoks secara resmi menjadi agama kerajaan Rusia pada abad ke-16. Pada masa pembangunan Kekaisaran Rusia, penguasa Rusia menganggap diri mereka sebagai pelindung Gereja Ortodoks. Pada masa itu, Gereja Ortodoks menjadi institusi yang terlalu berkuasa dan kadang-kadang bahkan bertindak sebagai penguasa kekuasaan sipil.
Selama masa Uni Soviet pada awal abad ke-20, Gereja Ortodoks dilemahkan oleh pemerintah Soviet yang mengambil alih semua properti gereja dan menghancurkan ribuan gereja di seluruh Rusia. Namun, setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, Gereja Ortodoks memulai kebangkitan yang menakjubkan dan kembali menjadi agama paling dominan di Rusia.
Agama Ortodoks Rusia
Agama Ortodoks Rusia adalah agama Kristen yang mengikuti ritus-ritus Gereja Ortodoks. Konon, tradisi ini diturunkan dari St. Andrew, apostol Yesus, yang juga dianggap sebagai pendiri Gereja Ortodoks. Agama Ortodoks di Rusia memiliki lebih dari 150 juta pengikut, atau sekitar 50% dari populasi total Rusia.
Banyak orang Rusia yang memandang Gereja Ortodoks sebagai simbol kebanggaan nasional mereka. Beberapa orang percaya bahwa tradisi Ortodoks mempromosikan nilai-nilai yang positif seperti kekuatan keluarga, toleransi, dan solidaritas sosial. Selain itu, Gereja Ortodoks juga dikenal dengan seni arsitektur cerah dan indah seperti Katedral St. Basil di Moskow dan Katedral St. Isaac di St. Petersburg.
Agama Lainnya di Rusia
Agama minoritas di Rusia termasuk Katolik Roma, Protestan, Muslim, Buddha, dan ada juga sejumlah kecil penganut Yahudi. Namun, agama-agama minoritas jarang terdengar dan hanya diikuti oleh sebagian kecil penduduk Rusia.
Agama Katolik Roma dan Protestan di Rusia umumnya diikuti oleh populasi minoritas non-Rusia seperti orang Polandia dan Jerman Rusia. Sementara itu, mayoritas penganut agama Muslim di Rusia berasal dari wilayah Kaukasus dan Tatarstan. Penganut Buddha, sebelumnya tinggal di kawasan Siberia dan wilayah timur jauh Rusia. Namun, dengan perubahan kebijakan politik, banyak pengikut agama Buddha telah bermigrasi ke wilayah Asia Tenggara dan Cina.
Penyebaran agama di Rusia tidak terlepas dari sejarah kekuasaan dan perubahan sosial politik. Ada agama yang berkaitan erat dengan kekuasaan seperti agama Ortodoks yang juga dianggap sebagai simbol nasional Rusia. Namun, ada juga agama-agama minoritas yang dianggap remeh dan jarang terdengar.
Peran Agama di Rusia Modern
Agama telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah Rusia, dan hal tersebut terus dirasakan hingga saat ini meskipun sekarang agama dianggap sebagai urusan pribadi.
Sekularisme di Rusia
Rusia menganut paham sekularisme. Artinya, negara tidak memiliki afiliasi dengan agama tertentu dan semua agama dianggap sama di depan hukum. Fakta ini dapat dilihat dari tindakan Presiden Rusia saat mengeluarkan peringatan terkait radikalisme agama. Putin menjelaskan bahwa kebebasan beragama tidak sama dengan kebebasan untuk membuat sebuah kelompok radikal yang merusak ketertiban umum. Namun, meskipun di negara tersebut agama tidak mendapat perlakuan khusus, tetapi agama tetap memegang peranan penting dalam kehidupan warga Rusia.
Peningkatan Kebebasan Beragama
Setelah runtuhnya Uni Soviet, kebebasan beragama meningkat di Rusia. Pemerintah membuka gerbang untuk semua agama hingga dibukanya gereja, masjid, dan kuil Buddha baru. Namun, masih terdapat beberapa konflik antara agama dan pemerintah, seperti yang terjadi di wilayah Chechnya. Konflik tersebut terkatung-katung sejak tahun 1994 sehingga agama di daerah tersebut tidak dapat berkembang secara merdeka.
Peran Agama di Kehidupan Sehari-hari
Meskipun agama dianggap sebagai urusan pribadi, agama masih memiliki peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Rusia. Salah satu contohnya adalah Natal Ortodoks yang dirayakan oleh mayoritas penduduk Rusia. Hari raya ini dinilai lebih penting dibandingkan Natal yang diperingati di negara-negara lain, dan menjadi momentum berkumpul bersama keluarga serta teman-teman.
Tidak hanya itu, agama juga memberikan pengaruh besar dalam kebudayaan Rusia seperti seni, musik, dan literatur. Gereja-gereja Ortodoks dilihat sebagai lambang kekuatan dan ketahanan Rusia. Maka, seni-seni tersebut dianggap sebagai bagian dari warisan budaya yang dijaga dan dipelihara hingga saat ini.
Dalam bidang politik, agama juga berperan. Misalnya saja, dari tahun 2000 hingga 2008, Presiden Rusia Vladimir Putin merapat ke Gereja Ortodoks Rusia, ketika masuk dalam Pemilihan Universitas Patriark Moskow dari Gereja Ortodoks Rusia pada Desember 2007. Putin juga menekankan pentingnya agama bagi kestabilan politik dan mengingatkan kembali kepada nilai luhur agama sebagai pegangan moral.
Jadi, ternyata agama terbesar di Rusia bukanlah agama yang dikira oleh banyak orang. Ini menunjukkan bahwa kita harus lebih terbuka dan toleran dalam memahami dan menghormati keberagaman agama di seluruh dunia. Kita tidak boleh hanya terpaku pada anggapan atau stereotip yang terkadang tidak akurat.
Oleh karena itu, marilah kita mengambil langkah kecil untuk lebih memahami keberagaman agama di sekitar kita. Mungkin dengan membaca lebih banyak atau berbicara dengan orang-orang yang mengamalkan agama yang berbeda, kita bisa menjadi lebih bijaksana dan mempererat hubungan antarmanusia. Jangan biarkan perbedaan agama memecah belah kita, tetapi gunakanlah sebagai hal yang mempersatukan.
Mari kita berkomitmen untuk membangun dunia yang lebih toleran dan saling menghormati, di mana semua orang merasa aman untuk beribadah sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing. Jangan lupa, keberagaman adalah satu dari banyak hal yang membuat dunia ini indah!