7 Makanan Terlarang Menurut Agama Hindu, Tahukah Kamu Yang Mana?

7 Makanan Terlarang Menurut Agama Hindu

Selamat datang! Apakah kamu tahu bahwa ada beberapa makanan yang dianggap terlarang dalam agama Hindu? Kebanyakan orang mungkin sudah tahu tentang larangan mengkonsumsi daging sapi, namun masih ada beberapa jenis makanan lainnya yang juga dianggap tabu untuk dikonsumsi oleh para penganut agama Hindu. Tahukah kamu makanan apa saja yang dianggap terlarang dalam agama ini? Mari kita simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Makanan yang Dilarang Agama Hindu

Pendahuluan

Agama Hindu merupakan agama yang banyak dianut oleh umat manusia di Indonesia. Agama ini memiliki ajaran tentang makanan yang dilarang bagi para pengikutnya. Tujuan dari aturan ini adalah untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani orang yang menganut agama Hindu. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai makanan yang dilarang dalam agama Hindu.

Makanan dari Hewan Suci

Hewan yang dianggap suci dalam agama Hindu adalah sapi dan kerbau. Oleh karena itu, daging dari kedua hewan tersebut dilarang untuk dikonsumsi oleh para pengikut agama Hindu. Selain dua hewan tersebut, hewan-hewan lain seperti babi, anjing, ular, dan kucing juga dianggap tidak suci dalam agama Hindu, sehingga dagingnya juga dilarang. Selain itu, penggunaan daging dari hewan yang disembelih tanpa proses penyembelihan yang benar pun dilarang.

Produk yang terbuat dari bahan hewan seperti tulang, kulit, bulu dan sampai gigi pun menurut ajaran agama Hindu tidak boleh dikonsumsi. Konsumsi telur ayam dan bebek pun juga dilarang dalam ajaran agama Hindu. Bagi pengikut agama Hindu yang vegetarian, makanan tersebut jelas-jelas dilarang karena dianggap mengandung unsur kekerasan dan kesadisan.

Baca Juga:  Wow! Menggali Pelajaran Agama yang Menarik di Kelas 1 SD

Makanan dari Tumbuhan tertentu

Selain dari hewan, makanan yang berasal dari tumbuhan tertentu juga dianggap dilarang dalam agama Hindu. Tumbuhan yang dianggap tidak suci dalam agama Hindu antara lain bawang putih, bawang merah, daun ketumbar dan kacang-kacangan tanaman palawija. Konsumsi kacang-kacangan ini dapat menyebabkan orang yang menganut agama Hindu menjadi lebih gelisah dan tidak lembut hati.

Ada juga jenis tumbuhan tertentu yang dilarang digunakan dalam upacara keagamaan seperti daun belimbing wuluh, pepaya muda, tomat dan terong. Selain itu, narkoba dan alkohol pun dianggap melanggar ajaran agama Hindu, sehingga dikategorikan sebagai makanan yang dilarang.

Kesimpulan

Agama Hindu di Indonesia memiliki aturan-aturan yang sangat ketat terkait makanan yang dilarang. Hal ini meliputi makanan yang berasal dari hewan tertentu, tanaman tertentu dan juga narkoba dan alkohol. Tujuan dari aturan ini adalah untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani para pengikut agama Hindu. Adapun bagi yang memiliki kepercayaan untuk tidak memakan daging atau bahkan sepenuhnya vegetarian, aturan ini tak perlu dijalankan karena memiliki keyakinan berbeda.

Contoh Makanan yang Dilarang dalam Agama Hindu

Daging Sapi

Dalam agama Hindu, sapi dianggap sebagai hewan suci dan penting dalam ritual keagamaan. Oleh karena itu, sapi tidak boleh dikonsumsi sebagai makanan. Hindu percaya bahwa sapi memiliki roh yang suci dan dapat memberikan keseimbangan alam jika diperlakukan dengan baik.

Hindu juga menghindari daging sapi karena beberapa alasan kesehatan. Daging sapi dianggap sebagai makanan yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh. Selain itu, sapi juga dapat memakan tumbuhan yang terkontaminasi oleh pestisida atau bahan kimia beracun, sehingga dagingnya berpotensi mengandung zat berbahaya.

Jeroan dan Daging Babi

Pantangan makanan babi dalam agama Hindu berasal dari keyakinan bahwa babi adalah hewan yang kotor dan tidak suci. Hindus juga percaya bahwa makanan yang dikonsumsi oleh babi dapat mempengaruhi sifat dan karakter seseorang. Oleh karena itu, jeroan dan daging babi dianggap sebagai makanan yang haram dalam agama Hindu.

Baca Juga:  10 Hadits Shalat Tiang Agama yang Wajib Diketahui!

Selain itu, babi dikenal sebagai hewan yang mudah terkena penyakit dan dapat menjadi perantara penyebaran virus atau bakteri berbahaya pada manusia. Akibatnya, makanan babi dapat menjadi sumber infeksi dan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan.

Jenis-Jenis Ubi-Ubian

Beberapa jenis ubi-ubian juga dilarang dalam agama Hindu. Hal ini berkaitan dengan keyakinan bahwa tanaman yang tumbuh di dalam tanah dapat menyerap energi dan aura dari bumi. Jika terdapat benda atau bahan beracun dalam tanah, maka hal tersebut juga akan terkandung dalam tanaman yang tumbuh di atasnya.

Contoh ubi-ubian yang dilarang dalam agama Hindu antara lain keladi, talas, dan ubi jalar yang memiliki rasa mirip dengan daging. Selain itu, ubi-ubian yang berwarna merah atau hitam juga dilarang karena dianggap sebagai simbol keberuntungan yang buruk.

Dalam agama Hindu, makanan memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan spiritual seseorang. Dengan memperhatikan pantangan makanan, Hindu percaya bahwa mereka dapat memiliki kehidupan yang seimbang dan harmonis. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sangat penting untuk memahami dan menghormati prinsip-prinsip makanan yang dilarang dalam agama ini.
Jadi, itu dia daftar 7 makanan terlarang dalam agama Hindu, gaes. Kita harus bisa menghargai kepercayaan agama lain, termasuk larangan-larangan yang ada di dalamnya. Bagi umat Hindu, ini adalah sesuatu yang sangat penting. Kita sebagai non-Hindu juga perlu tahu dan menghormati agar tidak terjadi kesalahpahaman atau membahayakan umat Hindu itu sendiri. Apalagi kalau kita berada di Bali, jerinx bisa memperingatkan kita dengan “Sesuai aturan Bali, mohon…”. Jangan sampe kita melanggar aturan-aturan agama yang lebih baik dihargai dan dihindari. Jadi, ingat yaa, gaes. #SalamBhinnekaTunggalIka.