Wow! Ternyata Ini Agama yang Mayoritas Di Benua Amerika!

Wow! Ternyata Ini Agama yang Mayoritas Di Benua Amerika!

Selain punya keberagaman kebudayaan yang kaya, Amerika juga memiliki agama-agama yang beragam. Dari yang monoteistik, politeistik, bahkan ateistik. Namun, tahukah kamu bahwa agama mayoritas di benua Amerika adalah Kristen? Ya, jika dipukul rata agama yang dianut warga Amerika sebanyak 89% adalah Kristen. Menarik sekali bukan? Lebih dari itu kamu juga akan disuguhkan fakta-fakta agama lain yang cukup mengejutkan di artikel ini. Selamat membaca.

Mayoritas Agama di Benua Amerika

Agama yang Dominan di Amerika Serikat

Agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Amerika Serikat adalah agama Kristen Protestan. Menurut data yang dirilis oleh Pew Research Center pada tahun 2014, sekitar 70,6% penduduk Amerika Serikat memeluk agama Kristen Protestan. Agama Kristen Katolik juga cukup banyak dianut di Amerika Serikat, sekitar 20,8% penduduk Amerika Serikat memeluk agama Kristen Katolik.

Terdapat juga agama Kristen Ortodoks, umatnya sekitar 0,5%, serta agama Yahudi dengan jumlah umat sekitar 1,9%. Selain itu, agama Islam juga merupakan salah satu agama yang semakin berkembang di Amerika Serikat. Menurut data yang sama, sekitar 0,9% penduduk Amerika Serikat memeluk agama Islam.

Agama-agama Lainnya di Amerika Serikat

Selain agama-agama yang sudah disebutkan di atas, terdapat pula agama-agama minoritas lain yang dianut oleh sebagian dari penduduk Amerika Serikat. Beberapa di antaranya adalah agama Buddha, Hindu, Sikh, serta Baha’i. Selain itu, terdapat juga orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai tidak memeluk agama tertentu atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai “unaffiliated”. Menurut Pew Research Center pada tahun 2014, sekitar 22,8% penduduk Amerika Serikat mengidentifikasi diri mereka sebagai “unaffiliated.”

Toleransi Beragama di Amerika Serikat

Amerika Serikat dikenal sebagai negara yang sangat toleran terhadap beragama. Hal ini mungkin dikarenakan oleh konstitusi Amerika Serikat yang menjamin hak kebebasan beragama bagi setiap penduduknya.

Baca Juga:  Rina Nose Memutuskan untuk Pindah Agama Kristen, Inilah Alasannya!

Dalam praktiknya, Amerika Serikat sangat mendorong keragaman agama dan dianggap sebagai sebuah kemajemukan budaya. Banyaknya tempat ibadah dari agama-agama yang berbeda-beda adalah bukti nyata toleransi beragama yang ada di Amerika Serikat.

Toleransi beragama di Amerika Serikat juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang Amerika Serikat yang mampu hidup berdampingan dengan orang yang berasal dari agama dan budaya yang berbeda-beda. Hal ini terlihat pada perayaan hari-hari besar agama seperti Natal, Hanukkah, dan Idul Fitri yang kerap dirayakan bersama oleh masyarakat Amerika Serikat dari berbagai agama.

Dalam kehidupan politiknya, Amerika Serikat juga menunjukkan sikap toleransi dan menghargai keberagaman. Pernah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat dimana Presiden John. F. Kennedy, seorang penganut Katolik, berhasil memenangkan pemilihan presiden meskipun dalam kampanyenya banyak dituduh mengikuti ajaran agama Katolik. Ini membuktikan bahwa agama apapun yang dianut masih bisa diterima di Amerika Serikat dan tidak akan menjadi penghalang dalam terwujudnya cita-cita negara.

Dalam kesimpulannya, Amerika Serikat memiliki mayoritas agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Namun, adanya keberagaman agama juga tidak terabaikan di Amerika Serikat, dengan adanya agama-agama minoritas lain serta banyaknya orang yang mengidentifikasi diri sebagai “unaffiliated”. Negara ini juga dikenal sebagai negara yang sangat toleran terhadap beragama dan menghargai keberagaman.

Mayoritas Agama di Amerika Selatan

Amerika Selatan memiliki keanekaragaman etnis dan kebudayaan yang mempengaruhi agama di benua ini. Mayoritas penduduk di Amerika Selatan menganut agama Kristen dengan Kekatolikan menjadi mayoritas di negara-negara seperti Brazil, Kolombia, dan Argentina. Sedangkan Protestan menjadi agama mayoritas di negara-negara Andes seperti Chile, Peru, dan Bolivia.

Agama yang Dominan di Amerika Selatan

Agama Kristen dengan Kekatolikan menjadi agama dominan di negara-negara Amerika Selatan seperti Brazil, Kolombia, dan Argentina. Kekatolikan telah menyebar di benua ini sejak kedatangan bangsa Spanyol dan Portugis pada abad ke-16. Banyak orang di Amerika Selatan mempraktikkan perpaduan antara Kekatolikan dengan kepercayaan adat. Sementara itu, Protestan menjadi agama dominan di negara-negara Andes seperti Chile, Peru, dan Bolivia. Peningkatan jumlah orang yang memeluk agama Protestan berasal dari revolusi Katolik tahun 1960-an di Amerika Selatan yang menyebabkan sebagian orang beralih ke agama Protestan.

Baca Juga:  Inilah Rahasia Di Balik Keberhasilan Agama Frans Barung Mangera!

Agama-agama Lainnya di Amerika Selatan

Agama-agama minoritas di Amerika Selatan meliputi Yahudi, Islam, dan Baha’i. Komunitas Yahudi di Amerika Selatan kebanyakan berada di Argentina, Brasil dan Uruguay, dan kebanyakan dari mereka adalah keturunan imigran Yahudi dari Eropa pada abad ke-19 dan ke-20. Orang yang menganut agama Islam di Amerika Selatan berasal dari keturunan imigran Lebanon, Suriah, dan Mesir yang datang ke benua ini pada abad ke-19. Sedangkan pengikut agama Baha’i di Amerika Selatan berasal dari Brazil dan membentuk komunitas terbesar di benua ini.

Pengaruh Sejarah dalam Persebaran Agama di Amerika Selatan

Sejarah benua Amerika Selatan mempengaruhi persebaran agama di benua ini. Penyebaran agama Kristen di Amerika Selatan dimulai sejak kedatangan penjajah Spanyol dan Portugis pada abad ke-16. Mereka membawa agama Katolik yang kemudian menjadi agama mayoritas di sebagian besar negara Amerika Selatan. Sementara itu, agama Protestan mulai tersebar pada abad ke-19 melalui misionaris dari Amerika Utara dan Eropa.

Di sisi lain, pada tahun 1960-an terjadi revolusi Katolik di Amerika Selatan yang menyebabkan sebagian orang beralih ke agama Protestan karena kekecewaan mereka terhadap hierarki gereja Katolik. Hal ini membawa perubahan dalam keadaan agama di negara-negara Andes seperti Chile, Peru, dan Bolivia.

Dengan keanekaragaman agama di Amerika Selatan, masyarakat di benua ini menghargai kebebasan beragama dan mengakui pentingnya toleransi dan kerjasama antar agama untuk membangun negara yang lebih baik.

Wah, ternyata agama yang paling banyak dianut di benua Amerika adalah Kristen, ya. Tidak hanya di Amerika Utara dan Selatan, tapi juga di Amerika Tengah. Meskipun begitu, masih banyak juga agama-agama lain yang ikut dianut oleh masyarakat di sana.

Bagaimana dengan di Indonesia? Kita memang mayoritas menganut agama Islam, tapi jangan pernah meremehkan keberagaman agama yang ada di Indonesia. Kita harus selalu menghargai keberagaman ini dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Nah, jika kalian ingin tahu lebih banyak tentang keberagaman agama di Indonesia dan di dunia, jangan ragu untuk mencari tahu lebih banyak dan menambah pengetahuanmu ya!