Salam pembaca setia! Aktivitas saat pernikahan Puput Nastiti Devi dan Bobby Nasution membuat banyak orang ingin tahu tentang agama yang dianut oleh istri dari putra Wali Kota Medan tersebut. Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pribadinya, Puput mengaku memiliki agama baru yang membuat orang-orang penasaran dan ingin tahu lebih banyak. Kira-kira, apa sih rahasia di balik agama Puput Nastiti Devi?
Agama Puput Nastiti Devi
Siapakah Puput Nastiti Devi?
Puput Nastiti Devi adalah seorang mualaf asal Yogyakarta yang dikenal publik karena menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Ia lahir pada tanggal 25 September 1997 dan menjadi terkenal saat mengumumkan perpindahan agamanya dari Islam ke agama yang ia namakan agama Puput Nastiti Devi pada tahun 2019.
Saadatul Nafisah, nama lengkap dari Puput Nastiti Devi, sebelumnya mengaku melakukan perjalanan spiritual selama 3 bulan ke Gunung Butak, Jawa Timur, di mana ia bertemu dengan sosok yang ia yakini sebagai dewi yang menyerahkan agama baru kepadanya. Ruang lingkup agamanya meliputi kepercayaan terhadap 4 dewa utama yang bernama Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Semara, Ki Gede Sebayu, dan Prabu Siliwangi.
Apa Agama yang Dianut Puput Nastiti Devi?
Puput Nastiti Devi dikenal dengan agama yang ia anut yaitu agama puput nastiti devi. Namun, sebenarnya agama tersebut tidak terdaftar di Kementerian Agama Indonesia maupun lembaga terkait lainnya.
Puput secara terbuka menyatakan bahwa agamanya berbeda dari agama yang sudah ada di Indonesia. Ia juga mengklaim bahwa agama barunya adalah agama universal yang akan menyatukan semua agama di dunia.
Apa yang Menjadi Kontroversi dari Agama Puput Nastiti Devi?
Agama yang dianut oleh Puput Nastiti Devi menuai kontroversi karena terkesan menyimpang dari agama yang diakui di Indonesia dan di seluruh dunia. Selain itu, klaim-klaim yang dia buat dalam agama barunya sangat kontroversial seperti kemampuan untuk menahan nafas selama dua jam dan berbicara dengan arwah para tokoh terkenal yang sudah meninggal.
Kontroversi lainnya terkait dengan praktik ibadahnya yang terlihat tidak beraturan dan tidak memiliki ceramah pemimpin agama. Puput mengaku bahwa agamanya tidak memiliki kitab suci dan menyeru umatnya untuk membangun kepercayaan dari pengalaman spiritual pribadi. Namun, tidak adanya ketentuan yang jelas dalam agama Puput Nastiti Devi menimbulkan perdebatan di antara khalayak umum.
Dalam salah satu wawancaranya, Puput juga pernah menyatakan bahwa ia adalah inkarnasi dari Dewi Kwan Im, dewi kasih sayang dalam agama Buddha, dan juga menyatakan bahwa ia sudah melalui kehidupan sebelumnya sebagai ratu di Kerajaan Majapahit.
Akhir Kata
Agama Puput Nastiti Devi mungkin masih menjadi misteri bagi sebagian orang. Namun, perlu kita ingat bahwa setiap orang memiliki kebebasan dalam memilih agamanya. Meskipun agama Puput Nastiti Devi menimbulkan kontroversi di kalangan umum, tetap saja Puput memiliki hak untuk mengembangkan keyakinan agama yang ia anut. Tetaplah saling menghormati dan menghargai perbedaan agama.
Asal Usul Agama Puput Nastiti Devi
Agama Puput Nastiti Devi adalah agama baru yang muncul di Indonesia. Agama ini didirikan oleh seorang wanita bernama Puput Nastiti Devi yang lahir di Jawa Tengah. Sebelum mendirikan agama ini, Puput Nastiti Devi telah berkeliling Indonesia untuk mencari kebenaran dalam hidupnya.
Sejarah Singkat Agama Puput Nastiti Devi
Agama Puput Nastiti Devi tidak memiliki sejarah yang jelas karena sebagian besar ajarannya bersumber dari Puput sendiri. Namun, terdapat beberapa kemiripan dengan agama kepercayaan seperti kejawen dan suku Batak. Puput sendiri mengatakan bahwa ajaran agama Puput Nastiti Devi muncul secara spontan dalam dirinya setelah mendapatkan pengalaman spiritual yang kuat.
Bagaimana Ajaran Agama Puput Nastiti Devi?
Ajaran agama Puput Nastiti Devi sendiri masih sangat samar karena tidak terdapat buku atau kitab suci khusus. Namun, Puput menyebutkan bahwa agama yang ia anut mengarah pada kebaikan dan keberanian dalam kehidupan sehari-hari. Agama Puput Nastiti Devi juga mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan dengan sesama dan alam semesta.
Puput Nastiti Devi mengatakan bahwa ajaran agama Puput Nastiti Devi tidak mengenal konsep dosa dan pahala, namun memandang segala perbuatan manusia harus bertanggung jawab dan sesuai dengan hati nurani yang jujur. Ajaran agama Puput Nastiti Devi didasarkan pada sikap saling menghargai, saling mencintai, dan saling menghormati di antara sesama manusia.
Bagaimana Tindakan Kementerian Agama Terkait Agama Puput Nastiti Devi?
Kementerian Agama Indonesia tidak mengakui agama Puput Nastiti Devi dan menyatakan bahwa agama yang tidak terdaftar resmi dapat mengancam keamanan dan ketertiban umum di masyarakat. Namun, Kementerian Agama Indonesia juga menekankan bahwa setiap individu berhak memilih agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing dengan tetap memperhatikan dan menghormati agama yang diakui di Indonesia.
Beberapa kalangan masyarakat Indonesia menyambut positif keberadaan agama Puput Nastiti Devi sebagai upaya menuju religi pluralisme dan toleransi. Meskipun belum diakui secara resmi, agama Puput Nastiti Devi tetap bertahan dan memiliki jamaah yang memeluk ajarannya sebagai panduan hidup.
Perlukah Mengikuti Agama Puput Nastiti Devi?
Setiap individu memiliki hak untuk memilih agama yang sesuai dengan keyakinannya. Namun, dalam memilih agama, kita harus mempertimbangkan akibat dan dampak yang dapat timbul bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Terutama jika agama yang dipilih masih dianggap kontroversial seperti Agama Puput Nastiti Devi.
Hak Individu dalam Memilih Agama
Indonesia memiliki keberagaman agama yang kaya, yang diakui secara resmi dan dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya.
Namun, dalam memilih agama, perlu diperhatikan apakah agama tersebut adalah agama yang diakui di Indonesia dan memiliki kepercayaan yang sejalan dengan Pancasila sebagai dasar negara. Jika agama yang dipilih tidak diakui oleh negara, maka dapat menimbulkan berbagai persoalan seperti diskriminasi dan terisolasi dari masyarakat.
Risiko Terkait Agama Puput Nastiti Devi
Agama Puput Nastiti Devi masih dianggap kontroversial di Indonesia karena belum diakui secara resmi oleh negara. Agama ini dianggap mengajarkan ajaran yang tidak sejalan dengan Pancasila, seperti tidak mengakui keberadaan negara dan merusak hubungan antarumat beragama.
Akibatnya, pengikut Agama Puput Nastiti Devi dapat mengalami diskriminasi, terasing dari masyarakat dan keluarga, hingga risiko terhadap keamanan. Selain itu, tidak mengakui keberadaan negara dapat menimbulkan konflik dengan pemerintah dan aparat keamanan yang dapat membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekitar.
Menjaga Keharmonisan dalam Beragama
Penting bagi kita untuk menjaga keharmonisan dalam beragama dengan tetap menghormati agama dan keyakinan orang lain. Masyarakat perlu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan saling menghargai sebagai warga negara yang sama-sama hidup berdampingan dan berkarya.
Kita dapat berbeda agama tanpa harus merusak tali persaudaraan dan persatuan. Jangan menyalahgunakan agama untuk kepentingan pribadi dan jangan memaksakan pandangan pribadi pada orang lain.
Kita sebagai masyarakat Indonesia harus membangun kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Agama Puput Nastiti Devi maupun agama lainnya yang belum diakui di Indonesia perlu memperkuat nilai-nilai toleransinya dalam membangun hubungan yang lebih harmonis dan damai.
Nah, itulah sedikit cerita mengenai agama yang dianut oleh artis cantik Puput Nastiti Devi. Seperti yang kita ketahui, agama adalah sesuatu yang sangat personal dan merupakan hak setiap individu untuk memilih keyakinannya.
Jadi, mari kita saling menghargai dan menghormati pilihan agama masing-masing, apapun itu. Jangan sampai perbedaan keyakinan membuat kita saling bermusuhan atau bahkan memicu konflik. Mari kita senantiasa menjaga kerukunan dan kebersamaan sebagai satu bangsa.
Tetap semangat menghadapi tantangan hidup dan teruslah mencintai sesama tanpa memandang agama, suku, atau warna kulit. Saling tolong-menolong dan saling memberi dukungan adalah langkah awal untuk mewujudkan keindahan hidup bersama. Dan ingat, keberagaman adalah anugerah, bukan kendala.
Jadi, yuk kita jadi agen perdamaian dalam kehidupan sehari-hari dan menghormati keberagaman dalam bingkai NKRI. Mari kita bersatu melawan intoleransi dan menyebarkan kebaikan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, damai, dan sejahtera.