Halo sahabat pembaca sekalian! Tahukah kamu agama apa yang tercetak di Candi Borobudur? Situs candi yang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia ini, telah diakui oleh dunia sebagai warisan budaya dunia. Saat mengunjungi Candi Borobudur, kita akan menjumpai relief yang sangat indah berisi ajaran Budha, namun benarkah hanya agama Budha saja yang tercantum di sana? Simaklah penjelasannya di artikel ini!
Tentang Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah sebuah monumen keagamaan Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi megah ini dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra pada abad ke-8 dan diresmikan pada masa pemerintahan Wangsa Sailendra.
Candi Borobudur merupakan candi terbesar di dunia dan merupakan bagian dari warisan dunia UNESCO. Candi ini terdiri dari sembilan tingkat, enam tingkat terbawah berbentuk bangunan persegi panjang, dan tiga tingkat teratas berbentuk stupa. Candi Borobudur memiliki ukuran panjang 123 meter dan lebar 123 meter, serta tinggi mencapai 35 meter.
Sejarah Candi Borobudur
Pembangunan Candi Borobudur diduga dimulai pada awal abad ke-8 pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Pengembangan candi ini memakan waktu sekitar 75 tahun untuk diselesaikan. Candi Borobudur dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha dan dewa-dewa yang disembah pada waktu itu.
Selama masa kejayaannya, Candi Borobudur menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pengajaran kepercayaan Buddha di Jawa Tengah. Namun pada abad ke-10, kerajaan di Jawa mengalami kekacauan politik dan keagamaan sehingga Candi Borobudur ditinggalkan dan sepinya dilupakan. Candi ini baru ditemukan kembali pada awal abad ke-19 oleh Belanda yang berkuasa di Indonesia pada saat itu.
Fungsi Candi Borobudur
Candi Borobudur memiliki beberapa fungsi pada masanya. Pertama, Candi Borobudur didirikan sebagai tempat ibadah dan meditasi bagi umat Buddha pada masa kejayaannya. Kedua, Candi Borobudur digunakan sebagai tempat pelajaran dan pengajaran ajaran Buddha.
Selain itu, Candi Borobudur juga mencerminkan keahlian kebudayaan pengrajin Jawa pada masa itu. Arsitektur candi yang megah dan rumit menunjukkan kemampuan teknis dan kecerdasan manusia pada waktu itu.
Konstruksi dan Arsitektur Candi Borobudur
Candi Borobudur dibangun dari batu andesit yang diambil dari lereng Gunung Merapi, sebelah barat daya komponen. Arsitektur candi terdiri dari tiga tingkatan. Tingkat pertama terdiri dari dasar candi atau upet, yang terdiri dari empat sisi berupa tembok tinggi. Tingkat kedua atau badhala merupakan bagian pusat dari candi, dan tingkat ketiga atau kadalokan merupakan bagian atas candi yang bermotifkan stupa.
Berkat konstruksi yang rumit, Candi Borobudur dapat bertahan selama berabad-abad. Konstruksi Candi Borobudur terdiri dari 2 juta batu dan diikat dengan teknik tanpa perekat. Candi Borobudur juga tidak menggunakan mesin atau alat modern pada saat pembangunannya, namun dibangun dengan tangan dan peralatan sederhana.
Borobudur dalam Perspektif Agama
Candi Borobudur merupakan salah satu situs sejarah terbesar di Indonesia dan juga menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di dunia. Candi ini memiliki keunikan tersendiri di antara banyak candi di Indonesia karena memiliki bentuk dan ornamen yang tidak ada di tempat lain. Selain itu, candi ini memiliki nilai historis dan keagamaan yang sangat penting bagi umat Buddha di Indonesia.
Buddhisme di Candi Borobudur
Saat pembangunan Candi Borobudur pada abad ke-8, agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia umumnya adalah animisme dan kepercayaan pada leluhur. Namun, Raja Samaratungga yang memerintahkan pembangunan candi ini seorang penganut agama Buddha. Oleh karena itu, konon Candi Borobudur dibangun sebagai lambang keagungan agama Buddha di jajahan Kerajaan Mataram Kuno. Di sisi lain, Candi Borobudur juga berfungsi sebagai tempat ziarah bagi umat Buddha dari seluruh dunia.
Ajaran Budha dalam Relief Candi Borobudur
Salah satu keunikan yang dimiliki oleh Candi Borobudur adalah banyaknya relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Budha. Total terdapat 1.460 panel relief yang menghiasi dinding candi ini, yang secara keseluruhan menggambarkan kehidupan Sang Buddha dan ajarannya. Di antara relief tersebut terdapat cerita mengenai moralitas, perbuatan yang benar, dan konsep akhirat.
Salah satu relief yang paling terkenal adalah relief Kalachakra, yang bercerita tentang perjalanan kehidupan yang selalu berputar seperti roda kehidupan, yang dipengaruhi oleh tindakan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Selain itu, terdapat juga relief Gajāsura dan Rishi Agastya, yang menceritakan tentang kebijaksanaan Sang Buddha dan tentang peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupannya.
Kegiatan Agama di Candi Borobudur
Banyak kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan oleh umat Buddha di Candi Borobudur, seperti melakukan persembahan bunga dan dupa pada patung Sang Buddha, membaca mantra, dan melakukan meditasi. Selain itu, secara berkala juga dilakukan kegiatan yang lebih besar seperti perayaan Waisak, hari kelahiran Sang Buddha yang jatuh pada bulan Mei. Pada hari tersebut ribuan umat Buddha dari seluruh Indonesia bahkan dunia datang ke Candi Borobudur untuk berziarah dan merayakan hari kelahiran Sang Buddha.
Dengan adanya Candi Borobudur, ajaran agama Buddha semakin mudah tersebar ke seluruh Indonesia dan bahkan ke seluruh dunia. Candi ini menjadi lambang keagungan dan keindahan serta simbol keberagaman budaya yang begitu kaya di Indonesia. Mengunjungi Candi Borobudur tidak hanya memberikan pengalaman wisata yang luar biasa, tetapi juga dapat memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita tentang keanekaragaman agama dan budaya yang ada di Indonesia.
Ngomong-ngomong tentang Candi Borobudur, setelah tahu agama apa yang tercantum di sana, pasti jadi makin bersemangat buat berkunjung ke sana ya? Namanya aja Candi Borobudur, pasti sudah jelas kalau agama Buddha-lah yang jadi fokusnya. Tapi seperti yang kita bahas di atas, ternyata ada juga unsur Hindu yang terlihat dari bangunan itu, ya kan?
Jangan cuma baca artikel tentang Candi Borobudur saja, ada baiknya juga langsung merasakan keindahannya dari dekat. Kalau gak mau jalan-jalan keliling, bisa juga pesan jasa tour dari travel agent terpercaya. Enaknya, kita bisa langsung dapet cerita-cerita menarik tentang tempat yang kita kunjungi.
Jadi, daripada nyesel gara-gara gak pernah berkunjung ke Candi Borobudur, mending langsung planing buat kesana ya. Siapa tau selain belajar sejarah, kita juga bisa dapet pengalaman baru dan tentunya banyak foto Instagramable. Gimana sih, siap-siap ke sana? Ayo!