Halo pembaca setia! Agama Buddha merupakan agama yang sangat kompleks, memiliki banyak aliran dan doktrin yang berbeda. Namun, banyak dari kita masih belum mengetahui perbedaan mendasar antara dua aliran dalam Agama Buddha yaitu Theravada dan Mahayana. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.
Theravada
Theravada dikenal sebagai aliran Buddha yang lebih konservatif karena mengikuti ajaran Buddha yang ditemukan dalam Tipitaka, himpunan teks-teks klasik Buddha. Aliran ini banyak dipraktikkan di Sri Lanka, Thailand, dan Myanmar.
Theravada menekankan pada pemahaman dan praktik individual yang mendalam, dengan tujuan mencapai kebijaksanaan dan pencerahan pribadi. Hal ini memerlukan praktik meditasi yang intensif, serta studi dan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Buddha.
Di dalam Theravada, tidak ada peran untuk Bodhisattva, seperti dalam Mahayana. Selain itu, Theravada menganggap Buddha sebagai seorang guru atau penceramah yang memberikan petunjuk untuk mencapai pencerahan, bukan sebagai dewa atau entitas yang disembah.
Theravada juga menempatkan pentingnya monastisisme dalam praktik keagamaan. Monastisisme dianggap sebagai jalan yang paling efektif untuk mencapai pencerahan dan kemuliaan.
Mahayana
Mahayana, yang artinya “kendaraan besar,” muncul beberapa abad setelah Theravada. Aliran ini menyebar ke seluruh Asia, termasuk Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam.
Mahayana mengajarkan bahwa semua makhluk hidup memiliki kemampuan untuk mencapai pencerahan dan menjadi Buddha. Dalam Mahayana, Bodhisattva sangat penting karena mereka berjanji untuk mencapai pencerahan demi manfaat semua makhluk hidup.
Selain itu, Mahayana mengembangkan ajaran-ajaran baru, seperti ajaran tentang delapan belas sifat Buddha, tentang “shunyata” atau kekosongan, dan tentang kemampuan untuk mendapatkan bantuan spiritual dari Buddha-buddha lainnya.
Di dalam Mahayana, tidak setiap orang harus menjadi biksu atau biksuni, dan praktik individual seperti meditasi tetap dihargai. Namun, praktik sosial seperti memberikan bantuan dan kebaikan kepada orang lain juga sangat penting.
Kesimpulan
Dua aliran besar agama Buddha, Theravada dan Mahayana, memiliki perbedaan dalam keyakinan, praktik dan fokus. Namun, keduanya berusaha untuk mencapai tujuan yang sama: mencapai pencerahan dan melepaskan diri dari siklus kelahiran dan kematian dalam kehidupan ini.
Semoga dengan memahami perbedaan antara Theravada dan Mahayana, kita dapat lebih memahami keragaman agama Buddha dan menghargai praktik-praktik yang berbeda.
Theravada
Di dalam agama Buddha terdapat dua aliran utama, salah satunya adalah Theravada. Berbicara mengenai Theravada tentunya tak lepas dari definisi dan ciri khasnya.
Definisi dan Ciri Khas
Theravada berasal dari bahasa Pali yang berarti “Ajaran Para Tetua”. Aliran ini banyak tersebar di negara-negara Asia Tenggara seperti Sri Lanka, Thailand, dan Myanmar. Seperti diketahui, ajaran Buddha dibagi menjadi tiga yaitu Theravada, Mahayana, dan Vajrayana. Salah satu karakteristik utama Theravada adalah penekanan pada pengembangan diri dan pencarian kebenaran melalui pemahaman pribadi terhadap ajaran Buddha.
Aliran ini percaya bahwa hanya melalui praktek meditasi dan introspeksi yang mendalam, seseorang bisa mencapai pencerahan seperti yang dicapai oleh Buddha. Ada banyak kumpulan kitab suci dalam Theravada yang menjadi dasar ajarannya, seperti Tipitaka. Ajaran ini juga mengajarkan pentingnya kebahagiaan pribadi dengan sekaligus membantu orang lain mencapai pencerahan.
Mazhab-Mazhab di Dalam Theravada
Terlepas dari ajaran yang sama, Theravada memiliki beberapa mazhab yang berbeda di antaranya Siam, Dharmaguptaka, dan Mulasarvastivada. Setiap mazhab tersebut memiliki pandangan dan praktek yang berbeda. Misalnya, mazhab Siam lebih menekankan praktek meditasi dan pengembangan kesadaran, sementara mazhab Dharmaguptaka lebih menekankan pada pengembangan budi pekerti dan kebijaksanaan.
Praktik di Dalam Theravada
Beberapa praktik yang sering dilakukan oleh umat Theravada adalah meditasi, membaca sutra, dan bekerja untuk mencapai nirwana melalui pemahaman mendalam terhadap ajaran Buddha. Dalam meditasi, umat Theravada dipraktekkan untuk memusatkan perhatian pada pernapasan atau pikiran, sehingga pikiran menjadi tenang dan terfokus. Ada juga beberapa ritus dan ritual, seperti upacara pemujaan Buddha dan khotbah, yang sering dilakukan oleh para pendeta atau biksu.
Theravada sangat menekankan pengejaran kebenaran. Para umatnya diharapkan untuk bersikap teliti dan kritis terhadap ajaran Buddha, serta memahami ajaran-ajaran tersebut dengan benar. Selain itu, terdapat tradisi upaya pengumpulan “puunnya”, yaitu moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan yang dapat mempengaruhi nasib seseorang di akhirat.
Demikian pengantar singkat mengenai aliran Theravada di dalam agama Buddha. Walaupun berbeda dengan aliran Buddha lainnya, terdapat kesamaan pada karakteristik pengembangan diri dan pencapaian pencerahan. Yang jelas, setiap aliran ini memiliki keunikan dan nilai tersendiri.
Mahayana
Mahayana adalah salah satu aliran agama Buddha yang memiliki banyak pengikut di negara-negara Asia Timur seperti China, Korea, dan Jepang. Kata “Mahayana” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Kendaraan Besar”. Aliran ini menekankan pentingnya belas kasih dan pengorbanan diri untuk membantu orang lain mencapai kebahagiaan dan pembebasan dari penderitaan. Dalam Mahayana, setiap individu dianggap memiliki potensi untuk mencapai pencerahan dan menjadi satu dengan Sang Buddha.
Definisi dan Ciri Khas
Salah satu ciri khas Mahayana adalah penekanan pada belas kasih dan pengorbanan diri untuk membantu sesama. Mahayana percaya bahwa kebahagiaan hakiki hanya akan diperoleh melalui kesadaran dan penghapusan ego. Cara untuk mencapai kesadaran ini adalah dengan mengikuti Dharma (ajaran) Sang Buddha dan melakukan perbuatan baik. Selain itu, Mahayana juga menekankan pentingnya membantu orang lain mencapai pencerahan dan mencapai kebahagiaan sejati.
Mazhab-Mazhab di Dalam Mahayana
Meskipun berasal dari ajaran yang sama, Mahayana juga memiliki beberapa mazhab yang berbeda di antaranya adalah Tiantai, Huayan, dan Chan. Setiap mazhab memiliki tafsiran yang berbeda terhadap ajaran Sang Buddha, tetapi tetap memegang prinsip-prinsip Mahayana, seperti pentingnya pengorbanan diri dan belas kasih terhadap sesama. Mazhab Chan, misalnya, banyak menekankan praktik meditasi sebagai jalan untuk mencapai pencerahan.
Praktik di Dalam Mahayana
Beberapa praktik yang sering dilakukan oleh umat Mahayana adalah meditasi, menghormati arwah leluhur, dan merayakan festival agama seperti Vesak dan Obon. Meditasi dianggap sebagai salah satu cara untuk mencapai kesadaran dan pencerahan. Umat Mahayana juga sering mempraktikkan Dana (pemberian) untuk membantu orang lain dan mengikuti ajaran Sang Buddha. Menghormati arwah leluhur juga dianggap sebagai salah satu cara untuk membantu orang lain yang telah meninggal mencapai kebahagiaan setelah kehidupan ini. Sedangkan festival agama seperti Vesak dan Obon dijadikan kesempatan bagi umat Mahayana untuk berdoa dan melakukan ritual-ritual keagamaan.
Jadi, itulah dua aliran di dalam agama Buddha yang perlu kamu ketahui, bro! Jangan sampai salah kaprah dalam memahaminya ya. Namun, di dalam agama Buddha sendiri, selain ada aliran Theravada dan Mahayana, masih banyak aliran yang lain yang punya karakteristik tersendiri. Jadi, minatmu pada agama Buddha bisa terus dikembangkan dengan belajar lebih lagi, bro.
Bisa dengan membaca buku, mengikuti seminar atau workshop, berkunjung ke wihara-wihara, dan tentunya menjalankan ajaran agama Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Siapa tahu, dengan mempelajari ajaran agama Buddha, kamu bisa meraih pencerahan dan hidup lebih bahagia lagi. Jadi, tunggu apa lagi, mulailah belajar dan mengamalkan ajarannya ya!