Cara Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress Terbaru

Cara Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress Terbaru – Website yang lemot merupakan salah satu kendala yang paling penting, hal tersebut dapat mengakibatkan sebagian pengunjung Anda pergi meninggalkan website Anda dikarenakan kelamaan menunggu loading. Seperti contohnya saya sendiri yang suka mencari jawaban di google saat ulangan, jika website yang saya buka lambat pasti saya pindah ke website lainnya.

Dengan mengetahui hal tersebut, pasti Anda juga pernah melakukan itu kan. Salah satu kunci utama dalam ramainya website tersebut adalah efisiensi waktu. Mengapa efisiensi waktu? karena pengunjung juga malas kalau menunggu loading website terlalu lama dan pasti akan pindah ke website lain.

Inilah mengapa terdapat tools speed audit seperti GTmetrix, dan Google Pagespeed Tools dimana kedua tools ini dapat digunakan untuk pengelola website melakukan audit terhadap websitenya agar dapat melihat file-file mana yang membuat website tersebut lemot dan kita dapat memulai optimasi website tersebut.

Kali ini saya akan memberikan cara setting plugin litespeed cache agar penyakit lemot pada website Anda segera hilang. Mengapa menggunakan litespeed cache, nggak yang lain? Alasan saya cuma 2, pertama gratis dan yang kedua hosting saya menggunakan server litespeed. Plugin ini sangat cocok bahkan powerful jika server hosting menggunakan litespeed, namun jika masih menggunakan apache atau nginx saran saya menggunakan autoptimize yang gratis atau bisa menggunakan wp rocket untuk yang berbayar.

Cara Setting Plugin LiteSpeed Cache

Cara ini saya terapkan di blog ini, dan Anda sendiri yang dapat menilainya. Walaupun terdapat beberapa optimasi lainnya, setidaknya cara ini dapat meningkatkan kecepatan loading web Anda.

Sebelum menuju tutorial setting plugin litespeed cache, saya akan memberi penjelasan terlebih dahulu terkait perbedaan 2 opsi on/off atau off/on. On/off berarti settingan ini dapat Anda on kan atau off kan, berarti sama dong?beda, kata yang pertama muncul seperti contohnya on/off itu maksudnya on itu yang saya gunakan di blog ini begitu juga sebaliknya jika off/on berarti off lah yang saya gunakan. Berikut cara setting plugin litespeed cache terbaru:

General Settings

LiteSpeed Cache General Settings

General Settings merupakan pengaturan umum dari plugin LiteSpeed Cache, jadi disini Anda dapat membuat plugin ini otomatis update, menyambungkan layanan ke QUIC.cloud, serta menerima notifikasi.

Automatically Upgrade – On

Anda dapat mengupgrade plugin ini secara otomatis setiap kali versi baru tersedia. Dengan ini Anda dapat menghemat usaha Anda untuk memperbarui plugin secara manual.

Domain Key – Request Key

Tekan tombol Minta Kunci Domain untuk membuat kunci API domain Anda untuk pertama kalinya. Setelah permintaan disetujui, domain Anda akan dapat menggunakan sebagian besar layanan QUIC.cloud sebagai pengguna anonim.

Tekan tombol Tautkan ke QUIC.cloud setelah itu jika Anda ingin mendapatkan penyiapan akun QUIC.cloud untuk domain ini sehingga Anda akan dapat mengakses Dasbor QUIC.cloud & menggunakan CDN QUIC.cloud.

Server IP – Isi IP Hosting Anda

Kolom ini digunakan oleh Crawler dan Critical CSS Generator.

Notifications – Off/On

Aktifkan opsi ini jika Anda ingin melihat pengumuman dan pemberitahuan plugin opsional. Ini termasuk perbaikan terbaru, rilis baru, versi beta yang tersedia, dan promosi.

Cache Settings

Cache Settings merupakan pengaturan umum cache dari plugin LiteSpeed Cache, disini Anda dapat mengatur semua penggunaan cache

Cache

LiteSpeed Cache Cache

Enable Cache – On

Saat diaktifkan, plugin cache akan mencache halaman. Menonaktifkan akan menghentikan terjadinya caching dan membersihkan cache dari semua entri cache WordPress.

Cache Logged-in Users – On

Opsi ini memungkinkan konten untuk di-cache untuk pengguna yang masuk. Halaman akan disimpan dalam cache pribadi dengan IP / ID sesi.

Cache Commenters – On

Opsi ini berguna untuk WordPress yang membutuhkan moderasi pada komentar tamu. Jika opsi itu disetel, opsi ini akan menyajikan versi halaman yang disimpan dalam cache, yang berarti pemberi komentar tidak akan melihat komentar mereka di bawah moderasi. Jika tidak aktif, pemberi komentar tidak akan disajikan dari cache.

Cache REST API – On

Opsi ini memungkinkan Anda untuk menyimpan permintaan yang dibuat oleh panggilan REST API WordPress.

Cache Login Page – On

Opsi ini akan menyimpan halaman login.

Cache favicon.ico – On

Opsi ini akan menyimpan respons favicon.ico jika tidak ada.

Cache PHP Resources – On

Opsi ini akan menyimpan semua sumber daya PHP yang dimuat oleh tema. Secara umum, ini adalah sumber daya css atau js yang dimuat dalam PHP.

Cache Mobile – Off

Opsi ini memungkinkan pengguna untuk menampilkan html terpisah untuk tampilan seluler dan desktop. Ini terutama digunakan untuk tema non-responsif atau AMP, tetapi juga dapat digunakan dalam situasi di mana widget berbeda dimuat bergantung pada jenis browser.

TTL

LiteSpeed Cache TTL

Pengaturan TTL ini mengontrol berapa lama public, private, halaman depan, feed, REST, dan HTTP Status Code Page di cache. Disini saya tidak merubah apapun dan menggunakan settingan default litespeed cache.

Purge

LiteSpeed Cache Purge

Purge All On Upgrade – On

Baca Juga:  7 Cara Mempercepat Komputer Terbaru

Opsi ini memilih apakah akan membersihkan semua halaman ketika ada plugin, tema, atau inti WordPress yang diupgrade. Karena Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin berubah di setiap versi, sangat disarankan untuk membiarkannya aktif.

Auto Purge Rules For Publish/Update – Default

Ketika sebuah postingan diterbitkan atau diperbarui, halaman tersebut bukan satu-satunya yang berubah. Daftar kategori, daftar tag. halaman depan blog, dan berbagai arsip juga dapat berubah. Dengan demikian, Anda dapat menentukan jenis halaman mana yang akan secara otomatis dihapus setiap kali posting diperbarui atau dibuat.

Serve Stale – On

Saat diaktifkan, pengaturan ini memungkinkan membuat salinan halaman yang baru saja dibersihkan untuk disajikan kepada pengunjung jika salinan cache yang diperbarui belum dibuat.

Excludes

LiteSpeed Cache Excludes

Pengaturan Excludes ini mengecualikan apapun dari tindakan caching. Anda bisa mengeculikan halaman tertentu untuk tidak di caching.

ESI

LiteSpeed Cache ESI

Pengaturan ESI ini memungkinkan Anda untuk menunjuk bagian-bagian dari halaman dinamis Anda sebagai fragmen terpisah yang kemudian disatukan untuk membuat keseluruhan halaman. Dengan kata lain, ESI memungkinkan Anda “membuat lubang” di halaman, dan kemudian mengisi lubang tersebut dengan konten yang dapat di-cache secara pribadi, di-cache secara publik dengan TTL-nya sendiri, atau tidak di-cache sama sekali.

Object

LiteSpeed Cache Object

Object Cache – On

Object Cache dinonaktifkan secara default. Pilih ON untuk mengaktifkannya.

Status

Area informasi untuk memberi tahu Anda status object cache Anda. Pastikan Extension Memcached atau Redis sudah aktif dan Connection Testnya bertuliskan Passed, jika muncul failed berarti ada masalah. Silahkan untuk kontak hosting Anda untuk memperbaikinnya.

Method – Memcached/Redis

Jika object cache Anda adalah Memcached atau LSMCD, setel Metode ke Memcache. Jika object cache Anda adalah Redis, setel Metode ke Redis. Hosting saya memiliki keduanya, jadi saya memilih Redis yang “diklaim” lebih cepat dari Memcached.

Host – localhost

Nama host atau alamat IP yang digunakan oleh object cache Memcached atau LSMCD Anda. Pengaturan default akan bekerja dengan baik untuk Anda, jika Redis atau Memcached Anda diatur melalui koneksi TCP.

Port – Sesuaikan Port Object Cache

Sesuaikan port Anda dengan object cache yang digunakan. Port default untuk Memcached adalah 11211. Port default untuk Redis adalah 6379.

Persistent Connection – On

Jika diaktifkan, koneksi keep-alive untuk membuat object cache lebih cepat.

Cache Wp-Admin – On

Jika diaktifkan, WordPress admin akan dipercepat, tetapi berisiko mengambil data lama dari object cache.

Store Transients – On

Saat Cache WP Admin diatur ke OFF,  transients tidak punya tempat tujuan. Tanpa  transients, Anda tidak menerima pemberitahuan status server. Aktifkan Store Transients untuk mendapatkan pemberitahuan server saat Cache WP Admin dinonaktifkan.

Browser

LiteSpeed Cache Browser

Pengaturan Browser Cache ini menyimpan file statis secara lokal di browser pengguna. Aktifkan pengaturan ini untuk mengurangi permintaan berulang untuk file statis.

Advanced

LiteSpeed Cache Advanced

Pengaturan Advanced Settings ini berguna bagi mereka yang memiliki beberapa aplikasi web untuk domain yang sama. Server akan menentukan apakah pengguna login berdasarkan keberadaan cookie ini. Jika setiap aplikasi web menggunakan cookie yang sama, server mungkin bingung apakah pengguna masuk atau tidak. Kumpulan cookie di sini akan digunakan untuk instalasi WordPress ini.

CDN Settings

LiteSpeed Cache CDN

CDN merupakan pengaturan CDN dari plugin LiteSpeed Cache. Disini Anda dapat menggunakan CDN dan memilih jenis apa saja yang menggunakan jalur CDN.

QUIC.cloud CDN – Off

Aktifkan opsi ini untuk menggunakan CDN QUIC.cloud LiteSpeed. Disini saya tidak menggunakannya dikarenakan harus menggunakan sub domain www dan terjadi masalah pada email sehingga tidak bisa untuk menerima email menggunakan email hosting.

Use CDN Mapping – On

Bagian ini memungkinkan Anda menentukan beberapa jalur CDN untuk konten Anda. Jika Anda hanya menggunakan satu CDN, maka isi kotak pertama saja. Jika Anda memiliki lebih dari satu jalur (misalnya, gambar disajikan dari satu CDN, dan JavaScript / CSS disajikan dari yang lain), Anda akan mengisi kotak untuk setiap jalur.

CDN URL – Photon

Ini adalah URL dasar untuk konten yang disajikan dari CDN ini. Ini harus berupa URL lengkap yang diawali dengan http.

Include Images – On

Aktifkan ini untuk menyajikan semua gambar melalui CDN ini. Ini termasuk lampiran gambar, tag HTML <img>, dan atribut CSS url ().

Include CSS – Off

Aktifkan ini untuk melayani semua file CSS melalui CDN ini.

Include JS – Off

Aktifkan ini untuk melayani semua file JavaScript melalui CDN ini.

Include File Types – Empty List

Gunakan tempat ini untuk mendaftar, satu per baris, jenis file yang akan disajikan dari CDN ini. Ini harus berupa file statis. Pengaturan ini mempengaruhi semua tag HTML berikut: src, date-src, dan href. Hapus semua ekstensi jika hanya images, css, dan js saja yang di CDN.

Original URLs – //ibest.id/

Pengaturan ini default ke URL dasar situs Anda. Ini tidak perlu diubah. Jika Anda mengubahnya, pastikan bahwa URL diawali dengan // seperti //ibest.id/. Anda dapat menggunakan wildcard (*) di sini untuk menentukan 0 atau lebih karakter.

Included Directories – Default

Ini adalah direktori yang akan dilayani oleh CDN. Anda tidak perlu mengubahnya kecuali Anda memiliki konfigurasi non-standar.

Exclude Path – Optional

Gunakan direktori ini untuk mencantumkan jalur file yang secara eksplisit tidak ingin Anda layani dari CDN. Buat daftar satu per baris. Anda dapat mencantumkan jalur secara keseluruhan, atau menggunakan jalur parsial yang akan dicocokkan. Jangan gunakan karakter pengganti.

Baca Juga:  5 Cara Meningkatkan Traffic Website dengan Mudah

Image Optimization Settings

LiteSpeed Cache Image Optimization

Image Optimization Settings merupakan pengaturan images dari plugin LiteSpeed Cache. Disini Anda dapat mengcompress foto atau bahkan mengganti format foto ke format WebP. Settingan ini tidak bekerja jika menggunakan CDN Gambar seperti Photon (Jetpack) atau ImageKit

Auto Request Cron – On

Jika opsi ini aktif, permintaan pengoptimalan gambar akan dikirim secara otomatis melalui cron job untuk unggahan perpustakaan media baru.

Auto Pull Cron – On

Fitur Pengoptimalan Gambar menggunakan cron job untuk mengontrol pengambilan gambar yang dioptimalkan dari Server Gambar LiteSpeed. Jika Anda menonaktifkan pengaturan ini, Anda akan selalu perlu mengambil gambar yang baru dioptimalkan secara manual dengan tombol “Pull Images“.

Optimize Original Images – On

Saat Pengoptimalan Gambar dijalankan, gambar JPG dan PNG akan dioptimalkan, dan cadangan disimpan. Misalnya, jika image.jpg dapat dioptimalkan, salinannya akan disimpan di image.bk.jpg. Kemudian, versi yang baru dioptimalkan disimpan kembali ke image.jpg. Matikan opsi ini, jika Anda tidak ingin file JPG dan PNG yang dioptimalkan.

Remove Original Backups – Off

Jika opsi ini aktif, Pengoptimalan Gambar secara otomatis menghapus gambar asli Anda setelah mengambil versi yang dioptimalkan. Anda tidak akan dapat mengembalikan optimasi jika cadangan dihapus!

Optimize Losslessly – On

Saat gambar JPG dan PNG dioptimalkan, kompresi lossy digunakan secara default. Aktifkan opsi ini untuk mengoptimalkan menggunakan kompresi lossless. Ini dapat meningkatkan kualitas tetapi dapat menghasilkan ukuran gambar yang lebih besar.

Preserve EXIF/XMP data – Off

Data EXIF ​​atau XMP gambar mungkin berisi informasi tentang peralatan kamera yang digunakan untuk mengambil foto, tanggal hak cipta dan fotografer, koordinat GPS, komentar, kata kunci, dll. Karena informasi ini membutuhkan ruang, proses pengoptimalan menghapus data EXIF ​​secara default. Anda dapat mengaktifkan opsi ini untuk mempertahankan data, tetapi perlu diketahui bahwa ini akan meningkatkan ukuran file yang dioptimalkan.

Create WebP Versions – Off

Minta gambar asli versi WebP saat melakukan pengoptimalan.

Image WebP Replacement – Off

Aktifkan opsi ini ‘ON’ untuk menggunakan gambar WebP sebagai pengganti JPG atau PNG, jika tersedia. Ini adalah pengaturan utama. Untuk mengontrol penggunaan WebP berdasarkan gambar per gambar, dari Dasbor WordPress, navigasikan ke Media> Pustaka, arahkan kursor ke gambar yang dimaksud, dan Anda akan melihat tautan pengalih aktif / nonaktif WebP.

WebP For Extra srcset – Off

Jika Anda memiliki kode khusus di situs Anda, dan itu menambahkan elemen srcset tetapi mengabaikan logika WordPress untuk melakukannya, Anda harus mengaktifkan pengaturan ini.

WordPress Image Quality Control – 78

Gunakan opsi ini untuk mengatur kualitas kompresi gambar WordPress. Setiap angka yang lebih kecil dari 100 dapat diterima, tetapi semakin kecil angkanya, kompresi akan semakin terlihat.

Page Optimization Settings

Page Optimization Settings merupakan pengaturan CSS, JS, HTML, dan Lazy Load dari plugin LiteSpeed Cache, jadi disini Anda dapat meminify CSS, JS, HTML serta mencombine beberapa CSS/JS menjadi satu.

CSS Settings

LiteSpeed Cache CSS Settings

CSS Minify – On

Karakter spasi tambahan, karakter baris baru, dan komentar akan dihapus dari semua file CSS yang disertakan, jika opsi ini diaktifkan.

CSS Combine – On

Semua file CSS individu akan digabungkan menjadi satu file CSS.

CSS Combine External and Inline – Off/On

Secara default, opsi CSS Combine hanya menggabungkan file CSS internal. Dengan mengaktifkan opsi ini, file CSS inline dan CSS eksternal juga akan disertakan dalam file gabungan. Memasukkan semua kemungkinan CSS dengan cara ini, membantu menjaga prioritas CSS, yang seharusnya meminimalkan potensi kesalahan yang disebabkan oleh CSS Combine.

CSS HTTP/2 Push – Off/On

CSS akan dikirim ke browser sebelum diminta.

Load CSS Asynchronously – Off

Opsi ini secara default adalah off. Saat nonaktif, halaman web dimuat dengan cara biasa, di mana browser memuat CSS dari header HTML sebelum melanjutkan untuk menampilkan konten di badan HTML.

Generate Critical CSS – Off

Opsi ini secara default aktif, tetapi hanya berfungsi jika Load CSS Asynchronously juga aktif. Jika kedua setelan diaktifkan, Critical CSS dibuat oleh layanan CCSS QUIC.cloud, lalu dikirim kembali ke LSCache.

Generate Critical CSS In Background – Off

Pengaturan ini menentukan apakah Generate Critical CSS dilakukan di latar depan, atau di latar belakang.

Inline CSS Async Lib – On

Ini akan menyebariskan CSS Library asinkron untuk menghindari pemblokiran render.

Font Display Optimization – Swap

Setel ini untuk menambahkan font-display ke semua aturan @font-face sebelum caching CSS untuk menentukan bagaimana font harus ditampilkan saat sedang diunduh.

JS Settings

LiteSpeed Cache JS Settings

JS Minify – On

Karakter spasi tambahan, karakter baris baru, dan komentar akan dihapus dari semua JS, jika opsi ini diaktifkan.

JS Combine – On

Semua file JS individu akan digabungkan menjadi satu file JS.

JS Combine External and Inline – Off/On

Aktifkan opsi ini untuk menyertakan JavaScript eksternal dan JavaScript sebaris di file gabungan, saat JS Combine juga diaktifkan. Opsi ini membantu menjaga prioritas eksekusi JS, yang seharusnya meminimalkan potensi kesalahan yang disebabkan oleh JS Combine.

JS HTTP/2 Push – Off/On

JS akan dikirim ke browser sebelum diminta.

Baca Juga:  2 Cara Daftar m-Banking BRI Mudah dan Cepat

Load JS Deferred – On

Pengaturan ini mengambil semua skrip dan memuatnya hanya setelah HTML selesai dimuat.

Load Inline JS – Deffered

Opsi ini memungkinkan Anda untuk memilih kapan memuat JS sebaris. Default tidak mengubah JS sebaris. After DOM Ready dapat digunakan untuk meningkatkan kompatibilitas JS dan mengurangi kesalahan JS yang mungkin disebabkan oleh penggunaan setelan Deferred yang disarankan.

Optimization Settings

LiteSpeed Cache Optimization

HTML Minify – On

Karakter spasi tambahan, karakter baris baru, dan komentar akan dihapus dari semua HTML, jika opsi ini diaktifkan.

DNS Prefetch

Dengan pengaturan ini Anda dapat melakukan resolusi DNS untuk domain yang terdaftar sebelum diminta. Dengan mengambil lebih dulu hasil DNS, latensi dapat dikurangi secara signifikan untuk pengunjung Anda saat mereka mengeklik tautan eksternal, terutama di jaringan seluler. Domain harus dimasukkan satu per baris dalam format //www.example.com. Anda bisa menggunakan list dibawah ini:

//ajax.googleapis.com
//connect.facebook.net
//www.googletagmanager.com
//maps.googleapis.com
//maps.gstatic.com
//fonts.googleapis.com
//fonts.gstatic.com
//apis.google.com
//google-analytics.com
//www.google-analytics.com
//ssl.google-analytics.com
//youtube.com
//api.pinterest.com
//cdnjs.cloudflare.com
//pixel.wp.com
//platform.twitter.com
//syndication.twitter.com
//platform.instagram.com
//disqus.com
//sitename.disqus.com
//s7.addthis.com
//platform.linkedin.com
//w.sharethis.com
//s.gravatar.com
//stats.wp.com
//i0.wp.com
//i1.wp.com
//i2.wp.com
//i3.wp.com

DNS Prefetch Control – On/Off

Aktifkan DNS Prefetch secara luas untuk semua URL dalam dokumen, termasuk gambar, CSS, JavaScript, dan sebagainya. Ini dapat meningkatkan kecepatan memuat halaman.

Remove Query Strings – On/Off

Pengaturan ini menghapus query strings dari sumber daya statis. Sumber daya statis dengan query strings tidak boleh di-cache oleh browser dan server proxy. Menghapus string memungkinkan mereka untuk di-cache, yang berarti pemuatan halaman yang lebih cepat.

Load Google Fonts Asynchronously – Off/On

Jika diaktifkan, opsi ini memungkinkan Anda memuat Google Fonts secara asinkron tanpa memuat CSS lain dengan cara itu. Selain itu, opsi ini menambahkan preconnect ke Google sehingga font dapat diunduh lebih cepat.

Remove Google Fonts – Off/On

Opsi ini menghapus semua font Google dari situs Anda. Pastikan untuk menguji ini. Kecuali Anda memiliki font pengganti yang sesuai yang disimpan secara lokal.

Remove WordPress Emoji – On

Jika diaktifkan, pengaturan ini menghapus file JavaScript tambahan yang digunakan untuk menambahkan dukungan untuk emoji di browser lama. Pengunjung yang menggunakan browser modern yang memiliki dukungan emoji asli sendiri tidak akan melihat perbedaan.

Remove Noscript Tag – Off

Tag <noscript> digunakan untuk kompatibilitas dengan browser lama yang tidak mendukung JavaScript, atau browser modern tempat JS dinonaktifkan untuk alasan keamanan. Mereka memberikan petunjuk browser tentang apa yang harus dilakukan jika tidak dapat menjalankan skrip terkait. Namun, tag ini membutuhkan ruang.

Media Settings

LiteSpeed Cache Media Settings

Lazy Load Images – On

Saat diaktifkan, pengaturan ini hanya memuat gambar yang terlihat di viewport. Gambar lainnya hanya dimuat seperlunya saat digulir ke tampilan.

Responsive Placeholder – On

Placeholder gambar responsif dapat digunakan jika atribut lebar dan tinggi untuk gambar ditetapkan. Placeholder dibuat dengan dimensi yang sama seperti gambar, yang membantu mengurangi perombakan tata letak.

LQIP Cloud Generator – Off

Placeholder Gambar Kualitas Rendah (LQIP) adalah layanan QUIC.cloud yang memungkinkan Anda membuat placeholder unik, yang merupakan versi buram dan dikecilkan dari gambar asli berkualitas tinggi yang akan dimuat.

LQIP Quality – 3

Tentukan kualitas LQIP yang Anda buat. Angka yang lebih besar akan menghasilkan resolusi yang lebih tinggi, kualitas placeholder yang lebih baik, tetapi akan menghasilkan file yang lebih besar, yang akan meningkatkan ukuran halaman.

Generate LQIP In Background – On 

Saat pertama kali sebuah halaman dikunjungi, LQIP harus dibuat. Jika pengaturan ini aktif, pembuatan akan dilakukan di latar belakang melalui antrian berbasis cron. Pengaturan untuk Responsive Placeholder akan diterapkan sampai pembuatan selesai. Jika pengaturan ini mati, placeholder akan dibuat saat pengunjung menunggu. Ini dapat memperlambat pemuatan halaman untuk pengunjung pertama tersebut.

Lazy Load Iframes – On

Pengaturan ini berperilaku persis seperti Lazy Load Images, hanya untuk iframe, bukan gambar.

Inline Lazy Load Images Library – On

Lazy Load membutuhkan pustaka gambar JavaScript agar dapat berfungsi. Jika setelan ini nonaktif, JS library diakses melalui permintaan terpisah. Saat setelan ini aktif, JS library disertakan sebaris di HTML.

Media Excludes

LiteSpeed Cache Media Excludes

Terkadang ada gambar yang ingin Anda muat segera di mana pun gambar itu muncul di layar. Masukkan di sini, satu per baris. Anda dapat menggunakan URI lengkap atau string parsial. String parsial berguna jika Anda memiliki seluruh direktori gambar yang harus segera dimuat.

Localization 

LiteSpeed Cache Localization

Gravatar Cache – On

Gravatars dapat di-cache secara lokal, jika ini disetel ke on.

Gravatar Cache Cron – On

aktifkan untuk menyegarkan cache Gravatar menggunakan cron job.

Localize Resources – Off

Anda mungkin ingin melakukan ini jika situs skor halaman menyarankan pengoptimalan ke JavaScript dan sumber daya lain yang dihosting di domain seperti Google atau Facebook. Anda tidak memiliki kendali atas sumber daya tersebut, dan tidak memiliki kemampuan untuk mengoptimalkannya. Setel Localize Resources ke On, dan sumber daya akan disalin ke sistem lokal Anda, di mana mereka dapat dioptimalkan seperlunya.

Tuning 

LiteSpeed Cache Tuning

Pada tab ini berfungsi untuk memisahkan CSS/JS untuk diminify dan dicombine, gunakan ini jika terdapat error.

Penutup

Demikianlah cara setting plugin litespeed cache di WordPress. Semoga tutorial ini dapat mempercepat website Anda dengan baik. Dan tetap harus ingat, setiap theme memiliki sweet spot berbeda beda. Jadi, tetaplah coba coba setting untuk menyesuaikan dengan theme Anda. Jika ada pertanyaan silahkan kirim pertanyaan Anda di kolom komentar dibawah, terimakasih.

2 pemikiran pada “Cara Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress Terbaru”

  1. Mantap gan,
    settingan ini sudah saya coba.
    Terutama pada poin Critical CSS, itu setelah gugling adalah penyebab/penyumbang CLS(cumulativ layout shift) di pengukuran pagespeed/gtmetrix

    Balas
    • kurang tau penjelasan lengkapnya gimana, tapi setelah nyoba nyalain Cricital CSS (Load CSS Asynchronously harus on) terjadi peningkatan CLS (dari 0 menjadi 0.007) yang dimana halaman saat dibuka menampilkan css yg berantakan dulu baru css yang normal.
      Jadi saya tidak mengaktifkan settingan tersebut

      Balas

Tinggalkan komentar