Pengertian Design Sprint Beserta Manfaat dan Tahapannya

Pengertian Design sprint mungkin sejauh ini masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Padahal hal tersebut merupakan salah satu bukti kemajuan teknologi dalam bidang desain. Pasalnya, semuanya proses tahap pengerjaan menjadi lebih mudah serta praktis tentunya.

Pengertian Design Sprint

Pengertian Design Sprint

Secara umum pengertian dari design sprint adalah sebuah proses lima fase dan dibatasi oleh waktu dengan menggunakan pemikiran. Hal tersebut bertujuan guna meminimalisir risiko saat memasarkan produk ataupun layanan secara luas. Alhasil metode ini sangatlah membantu.

Pada dasarnya, Design sprint dapat dijadikan sebuah jawaban dari pertanyaan Business plan dengan desain yang telah dibuat. Pasalnya, hal ini bisa menciptakan prototipe hingga menguji suatu ide antara customer dan user. Sehingga perusahaan memanfaatkan metode tersebut.

Selain itu, di dalamnya terdapat sebuah istilah Design thinking yang merupakan proses kognitif, strategis hingga praktis. Metode ini lahir di tahun 2010-an oleh Jack Knapp.

Konsep kerja dari metode ini ialah dengan menggunakan waktu tidak lebih dari lima hari guna membangun sebuah produk. Jadi bisa disimpulkan selama waktu tersebut dipakai oleh para tim untuk berdiskusi mencari gagasan. Dimana nantinya akan menghasilkan sebuah ide.

Manfaat Penggunaan Design Sprint

Manfaat Penggunaan Design Sprint

Bukan tanpa alasan mengapa Design sprint cukup banyak yang mengaplikasikannya. Terlepas dari kegunaannya untuk memudahkan proses pengerjaan, tentu masih memiliki fungsi lainnya dan sangat berguna terutama bagi start up. Berikut beberapa manfaatnya.

Baca Juga:  5 Bisnis Anak Kuliahan yang Menguntungkan

Menumbuhkan Budaya Pada Sebuah Inovasi

Setiap perusahaan pastinya selalu berusaha mencari inovasi serta cara bagaimana agar bisa menyediakan struktur. Tentunya hal tersebut bertujuan guna menemukan ide dan gagasan besar. Pada akhirnya itu semua difasilitasi oleh Design sprint dengan berbagai kemudahan.

Dengan semua kemudahan yang diberikan oleh Design sprint tentu akan memberikan dampak kepada tim. Secara tidak langsung kinerjanya semakin berkualitas. Selain itu, fungsi lainnya adalah guna mengetahui seberapa besar potensi mengenai kapasitas kerja tim.

Dapat Diaplikasikan Guna Memenuhi Semua Kebutuhan

Design sprint sebenarnya tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar ataupun start up digital dalam berinovasi. Perusahaan konvensional sekalipun bisa mengaplikasikannya secara mudah guna memaksimalkan kinerja. Alhasil, manfaat lainnya adalah bersifat fleksibel.

Selain itu, pihak atau diluar dari perusahaan konvensional sekalipun bisa memanfaatkannya seperti membuat kebijakan hukum. Bagi Anda yang bergerak dibidang advertising jangan khawatir, karena Design sprint bisa diaplikasikan untuk kepentingan pembuatan iklan.

Alignment dan Visibilitas

Design sprint memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja para tim dengan latar belakang kemampuan yang berbeda. Melalui metode ini, semua pekerja dapat duduk di satu meja guna berdiskusi. Mulai dari memecahkan masalah ataupun Mencari gagasan ide baru.

Kerjasama dengan latar belakang tim yang berbeda tersebut akan dimulai dari hari pertama. Ketika melakukan diskusi maka secara tak langsung menggali wawasan setiap individunya. Dengan begitu, seluruh pekerja memiliki visibilitas pada titik serta tujuan yang sama pastinya.

Minim Akan Risiko

Seperti penjelasan mengenai pengertian Design Sprint tadi yaitu sebagai proses guna memudahkan dalam mencari gagasan baru. Dengan begitu, perusahaan bisa Memanfaatkan metode tersebut guna membuat produk. Pada akhirnya, produk akan digunakan semua orang.

Tapi, jika suatu waktu ada hal yang kurang memuaskan maka tim masih memiliki waktu untuk memperbaikinya. Namun, apabila keputusan akhirnya akan ditutup, kerugian yang ada pun tak terlalu besar. Oleh karena itu, Design sprint sering digunakan untuk metode eksperimen.

Baca Juga:  Web Hosting Indonesia Terbaik dan Terpercaya

Tidak Memerlukan Tools Tambahan yang Mahal

Perlu Anda Ketahui, ketika mengaplikasikan Design sprint maka hanya membutuhkan alat yang simpel. Cukup dengan menyiapkan kertas tempel, lalu A4, Pulpen sharpie serta gunting dan stiker dot. Oleh karena itu, penerapannya gak memerlukan tools banyak dan mahal.

Peralatan yang disebutkan diatas tadi biasa digunakan selama hari pertama hingga ketiga. Setelah ingin membentuk sebuah produk maka barulah Anda membutuhkan sebuah laptop guna pengembangan. Tentu hal tersebut membuat anggaran biaya jauh lebih efisien.

Waktu Kerja Menjadi 8 Jam Dalam Sehari

Tak hanya mengenai anggaran biaya yang menjadi lebih efisien, dengan menerapkan Design sprint juga bermanfaat dalam mengurangi jam kerja. Anda tak akan dihantui oleh jam kerja selama 24 jam setiap harinya. Karena metode ini dikerjakan dengan cara berkolaborasi.

Anda tetap akan mendapatkan jam kerja normal yaitu 8 jam. Namun resikonya adalah otak akan terkuras habis-habisan karena terus berusaha mencari gagasan. Tapi jangan khawatir, karena secara ilmiah 8 jam adalah waktu normal bagi otak untuk bisa bekerja maksimal.

Tahapan Pengaplikasian Design Sprint

Tahapan Pengaplikasian Design Sprint

Ada dasarnya, Design sprint tidak bisa dilakukan dan diaplikasikan secara sembarang. Tentu ada beberapa hal yang harus Anda pahami sebelum menggunakannya. Karena, tahapan demi tahapannya mesti dijalankan dengan baik dan benar. Berikut langkah-langkahnya.

Memahami (Understand)

Pada tahap pertama yang mesti Anda kuasai dihati pertama adalah memahami atau understand. Langkah ini bertujuan dengan mengumpulkan semua tim guna menyatukan persepsi terlebih dahulu. Sebelum nantinya akan dieksekusi ke tahap selanjutnya.

Biasanya pada tahap ini dilakukan sebuah kegiatan berupa wawancara kepada setiap tim ataupun calon anggota. Nantinya, jika sudah mendapatkan hasil dan kesimpulan akan dijadikan bahan diskusi untuk langkah berikutnya. Outputnya ialah struktur permasalahan.

Baca Juga:  Metrik Performa untuk Startup Agar Usaha Anda Lebih Berkembang

Mengembangkan (Diverge)

Setelah tahap mengumpulkan para tim dan melakukan sesi wawancara Hingga menemukan kesimpulan, maka masuk di tahap diverge. Langkah ini dilakukan guna mengembangkan bahan yang didapatkan dari kegiatan sebelumnya.

Biasanya para tim akan mengemukakan pendapatnya serta memberikan gagasan ide terbaiknya. Dengan membuat sebuah rancangan di kertas secara kasar sebelum tahap lebih lanjut. Hal ini agar orang lain dapat memahami apa yang dimaksud dan diinginkan.

Memutuskan (Decide)

Setelah masuk hari ketiga maka langkah berikutnya adalah memutuskan atau decide. Pada titik ini akan diadakan sebuah voting mengenai rancangan serta gagasan yang telah dibuat sebelumnya. Setiap individu wajib memberikan keputusan.

Jika sudah diputuskan rancangan mana yang akan digunakan dengan syarat voting terbanyak, maka akan diperbaiki. Evaluasi tersebut dilakukan guna menemukan hasil terbaik dan nantinya dijadikan sebuah desain yang lebih rapi dan masuk ke langkah berikutnya.

Membuat Prototipe (Prototype)

Membuat prototipe dilakukan pada hari keempat. Pada tahap ini pihak developer nantinya akan membuat desain berdasarkan hasil voting yang sebelumnya sudah diputuskan. Langkah tersebut agar mendapatkan hasil terbaik sebelum diluncurkan.

Validasi (Validate)

Pada hari kelima setelah proses pembuatan prototipe maka berikutnya adalah validasi atau validate. Di titik ini akan diadakan sebuah kegiatan uji coba terhadap apa yang sudah dibuat sebelumnya kepada para calon pengguna. Hasil tersebut dijadikan dasar penentuan literasi

Penutup

Itulah tadi pembahasan mengenai pengertian Design sprint beserta manfaat yang bisa Anda rasakan serta beberapa tahapannya. Setelah benar-benar paham, tentu metode ini dapat dimanfaatkan guna membantu proses pengerjaan. Alhasil semua bisa selesai lebih cepat.

Tinggalkan komentar